Jumat, 13 Februari 2009

Segarnya minum cincau (Cyclea barbata)

Cincau merupakan jenis gel nabati yang mempunyai kandungan karbohidrat/serat tinggi, biasa digunakan sebagai bahan minuman. Bahkan mungkin sudah ada yang sangat menyukai minuman ini. Sebenarnya ada banyak jenis cincau, tapi mungkin yang sering kita temui dan dipasarkan secara komersial adalah cincau hitam. Hal ini kemungkinan karena cara pembuatan dapat discale up sampai tingkat industri besar, kemampuan membentuk gel cukup stabil, dan dapat bertahan lama.
Beberapa tanaman yang dapat dijadikan gel cincau adalah cincau hitam, cincau perdu, cincau hijau, dan cincau minyak.
Cincau hitam terbukti sudah diproduksi secara komerisal, banyak produk yang sudah terpajang di toko2. Teknologi yang digunakan juga sudah merupakan teknologi mutakhir dalam industri minuman, yaitu pengemasan kaleng.
Secara umum manfaat cincau adalah sebagai ‘penyejuk perut’, hal ini karena dalam bentuk gel cincau akan mudah dicerna sehingga mencegah perut kembung atau keadaan abdoment discomfort. Jadi selain segar diminum, manfaatnya juga nggak main-main kan….
Sebenarnya bagi yang pengin selalu menikmati minuman segar ini setiap saat, jenis cincau hijau sangat cocok ditanam di pekarangan rumah. Jenis cincau ini dapat dibuat minuman segar hanya dengan mengambil beberapa lembar daunnya, waktu membuatnya pun tidak terlalu lama.

Ini tamanan cincau yang baru saja diremajakan. Kebetulan ada di pekarangan orangtua saya di Yogya. Tanaman ini sudah berumur sekitar 5 tahun. Pada saat itu memang sengaja dipangkas dahan-dahan yang sudah tua, biar nampak segar. Karena dahan tua tanaman ini biasanya mengering sehingga kurang sedap dipandang.
Karena hobi minum cincau hijau dan susah dapetin tanaman ini di Pontianak, bela-belain bawa bibit tanaman cincau ini untuk ditaman di rumah lho.
O,iya…perbanyakan tanaman cincau hijau dilakukan dengan umbinya lo, bukan dengan stek/potongan dahannya.
Cara pembuatan gel cincau hitam sangat mudah, gini nih…
Ambil 10-20 daun cincau yang sudah tua (warna hijau tua), cuci bersih, kemudian diremas-remas dalam air. Air yang digunakan adalah air matang karena proses pembuatan ini tidak menggunakan pemanasan. Jumlah air yang digunakan dikira-kira secukupnya saja, jangan terlalu banyak. Jika air terlalu banyak, gel yang dihasilkan lembek, kurang nyaman untuk campuran minuman.





Saat meremas akan terasa keluar lendir2 dari daun tersebut, lendir inilah yang akan menjadi gel. Jika air remasan sudah terasa mengental maka dapat dihentikan. Kemudian disaring untuk memisahhkan dengan sisa-sisa daun remasan. Tempatkan cairan dalam wadah bersih, kemudian didiamkan agar gel dapat mengental Penyimpanan dapat dilakukan di lemari es. Kurang lebih 3-4 jam akan terbentuk gel yang sudah dapat dikonsumsi.


Cara penyajian minuman cincau hijau biasanya dengan tambahan santan dan gula merah. Rebusan santan yang ditambah daun pandan, semakin menambah nikmat minuman ini. Bagi yang tidak suka santan, bisa kali dengan tambahan sirup aja….(belum pernah nyoba).
Gitu dulu informasi singkat tentang cincau, semoga bermanfaat.

10 komentar:

Sergei Yzmanov mengatakan...

opo neng pontianak iso urip. wit iki kan ora seneng lemah seng ph ne tjilik, tur sifate seng rodok alkali, cocok kanggo ibuk lho...

Yudi Akuntan mengatakan...

Sore-sore datang berkunjung ke blognya temen-temen yang ada di Kalimantan Barat, tetep solid en hidup ngeblog...

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas info nya.
jadi, bisa ncoba di rumah nie.

emerzet615 mengatakan...

..wah jadi ingat waktu di jakarta dulu..siang2 minum cingcau...bisa hidup kah di Kalimantan..(tanaman cingcau)??

mahera mengatakan...

@ emerzet615,
bisa hidup di Pontianak, saya sudah panen + olah. Tapi memang teksturnya lain dg yg ditanam di Jawa. Cincau yg dihasilkan lengket, sulit disendok. Mungkin tanah di sini kurang kalsium ....

Rudi mengatakan...

Trims info-nya, saya sangat suka sekali mengkonsumsi Cingcau Hijau...

kawe mengatakan...

kawe confius,,betul cara2 membuat cincau macam ni

demo mengatakan...

geng2 demo kecek gakpo belako ni,,ambo dok pehe lasung,,gakpo gak demo royak ni,,sie ko ambo nok pehe bahaso demo

mahera mengatakan...

@ kawe,
untuk cincau hijau memang seperti itu cara buatnya.
lain lagi dengan cincau hitam, harus menggunakan cara perebusan.

Baso dan Mie Cibeber mengatakan...

Ijin copas bu .. tks