Minggu, 05 Juli 2009

Penebangan Sagu .... awal sebuah penelitian

Aduh .... lama banget gak posting blog.
Kalo mau alasan, banyak banget yg bikin gak posting. Yang nggak sempat lah, yang gak ada info baru lah, yang males lah .... tapi kayaknya alasan terakhir itulah yang paling tepat ... hehe.

Tapi memang saat-saat ini baru banyak banget yang harus dikerjakan. Mulai dari kerjaan rutin kuliah - koreksi - bimbing skripsi dan sebagainya. Selain itu berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat juga harus segera dilaksanakan. Memang sebenarnya tugas dosen tu komplit..plit! Tugasnya sak dos .... gajinya sak sen ..... katanya.
Tapi kalo semuanya dikerjakan dengan ikhlas, dan bukan semata-mata karena materi, insyaAllah dimudahkan jalan rejeki (yang lain) .... Amin.

Dari kerjaan di penelitian, sekarang ini saya baru mulai meneliti tentang tanaman sagu. Lokasinya di Desa Sui Bemban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Di sana memang sentra hutan sagu yg masih alami....
Pada penelitian ini akan diambil sampel-sampel batang sagu dari berbagai lokasi. Dalam tulisan di atas kertas, pekerjaan pengambilan sampel ini kelihatannya mudah saja dikerjakan. Tapi setelah sampai di lapangan ..... my God, susah banget.
Bayangin aja, tanaman sagu dengan tinggi batang rata-rata 25 meter (kalo plus tinggi daun sekitar 30an meter), harus ditebang dengan kondisi sekelilingnya yang penuh dengan pohon sagu dan pohon-pohon lainnya.
Saat pohon sagu tumbang ...... debuuuummmmm .....menggetarkan bumi sekitarnya.

Pohon sagu siap ditebang

Habitat tanaman sagu biasanya ada di daerah rawa-rawa, jauh di pedalaman. Itulah sebabnya banyak orang kurang mengenal tanaman yang sesungguhnya sangat potensial sebagai bahan pangan ini. Tadi sudah bisa mbayangkan tinggi tanaman sagu kan .....Mungkin dengan lihat foto ini lebih kebayang lagi seberapa besar tu tanaman sagu sesungguhnya.

Asisten penelitian saya, Haripin, dengan daun sagu yg telah ditebang.
Lihat tuh...
Perbandingan panjang daun sagu dengan tinggi orang .... raksasa banget kan tanaman ini....;))

Yang dipegang itu adalah daun bendera, daun yg muncul setelah tanaman tua/akan panen. Daun ini biasanya lebih pendek dari daun-daun lainnya.
Yang disebelahnya daun sempurna.

Setelah sagu ditebang, maka sampel yang diambil adalah bagian batangnya yang mengandung empulur (pith). Sesaat setelah ditebang batang ini berwarna putih cerah, segar sekali ...... namun jika telah kontak dengan udara selama beberapa lama, maka akan berubah warna menjadi kecoklatan.

Ini dia hasil samplingnyaSiap-siap di bawa ke Pontianak untuk dianalisa.Kami buat sampling berbentuk tabung, dengan alat yang dirancang khusus untuk mengambil empulur dalam batang sagu berbentuk tabung.
Alat terbuat dari stainless steel.



Penelitian ini mendapat dukungan penuh dari my hubby, Dr.Ir. Iman Suswanto, MP..... thanks darlin ....^_^.
Kebetulan pula beliau punya objek pengabdian masyarakat di daerah itu. Sekali rengkuh ... dua tujuan terlampaui.... hihihi.

Kok malah maen air sih .... pak.
* hehe .... anak-anak pengin banget ikut ke desa, pengin ngrasain naik perahu kayak bapaknya itu...... Pengin nngajak sih, tapi medannya berat banget, gak tega ....*

Mungkin tak bosan-bosannya saya bercerita atau menulis tentang potensi sumber daya alam di Kalimantan Barat ini. Semuanya itu bak intan yang masih terpendam, belum memancarkan sinar kemilaunya pada dunia. Dibutuhkan kerjasama berbagai pihak, dalam hal ini pemerintah daerah-peneliti-masyarakat untuk dapat memberdayakan potensi tersebut menjadi sesuatu yang akan lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai susah payah masyarakat hanya dihargai dengan lembaran rupiah yang habis untuk makan sehari-hari.
Perlu diketahui juga, sebagai salah satu conoth. Dari daerah penghasil sagu tersebut, mungkin sudah trilyunan rupiah mengalir .... namun, sampai saat ini, masyarakatnya belum bisa menikmati listrik!
Sungguh ironis!

Dengan semangat itu pulalah, saya selalu tegerak untuk dapat mengamalkan sedikit ilmu saya ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan yang sangat tinggi....tapi dengan keyakinan dan keikhlasan, insyaAllah didengar dan diridhoi Allah SWT. Amin.

1 komentar:

apwardhanu mengatakan...

Salam Kenal, Mbak Maherawati...

kenalkan saya danu, saya juga tertarik dalam dunia yang mbak geluti terutama industri pangan kebetulan saat ini saya juga sedang menempuh pendidikan S2 Tek. industri pertanian...

Saya salut buat anda yang mencoba menggali potensi kalbar lewat berbagai aktivitas meneliti "terutama sagu". Saya setuju apabila kita dapat memanfaatkan sumber daya lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan. Lanjutkan Mbak...moga suatu saat kita bisa saling kerjasama dalam penelitian yang sama.